Showing posts with label inspirasi bisnis. Show all posts
Showing posts with label inspirasi bisnis. Show all posts

Tuesday, June 25, 2013

HANDRY SATRIAGO, MENGUBAH KETERBATASAN MENJADI KELEBIHAN

- 0 comments
HANDRY SATRIAGO, MENGUBAH KETERBATASAN MENJADI KELEBIHAN

Handry Satriago membalik keterbatasan menjadi kelebihan, tantangan menjadi peluang. Sebagai orang cacat kaki, ia tidak minder. Prinsipnya, Ia yang mengendalikan keadaan, bukan keadaan yang mengombang-ambingkan dirinya.
Pencapaian Handry Satriago yang menawan memang pantas apabila ia membagi kiat menjadi pemimpin kepada generasi berikut. Sebagai CEO salah satu perusahaan terbesar di kolong langit dan semua kejadian ia lalui di atas kursi roda membuktikan bahwa dirinya tidak bisa ditaklukkan oleh aneka tantangan.
Diterima bekerja menjadi karyawan GE Indonesia, sebuah penaklukan yang menawan. Diangkat menjadi CEO, ini penaklukan yang layak disebut luar biasa. Mendongkrak kinerja GE Indonesia menjadi salah satu cabang terbaik dari jaringan GE internasional, kalau ini sudah pantas dinamakan istimewa. Itulah Handry Satriago.
Manusia berprestasi oleh penulis buku-buku best seller dunia Malcolm Gladwell, ia sebut sebagai outliers. Para outlierini menjadi minoritas dalam kumpulan manusia-manusia yang berprestasi biasa. Ia keluar dari kerumunan manusia biasa untuk menciptakan karya luar biasa, yang tidak saja berguna untuk dirinya sendiri namun juga orang lain. Paraoutlier terus-menerus mencetak kesuksesan dengan atau tanpa  fasilitas memadai. Mereka berkarya, terus berkarya dan tetap berkarya. Mereka manusia paripurna.
Menjadi outliers oleh Malcolm Gladwell apabila ia memiliki enam faktor yakni; bakat, kecerdasan, dukungan lingkungan, kegigihan, kerja keras dan kesiapan untuk beruntung.Dua faktor pertama – bakat dan kecerdasan – merupakan hak prerogratif yang dimiliki Tuhan dan tidak bisa dipilih manusia.
Dukungan lingkungan bersifat netral. Artinya manusia bisa memilihnya, namun tidak tertutup kemungkinan ia tidak bisa memilih. Sementara kegigihan dan kerja keras merupakan pilihan manusia. Kesiapan untuk beruntung tak lain akibat dari kegigihan dan kerja keras. Manusia berprestasi merupakan gabungan dari keenam faktor tersebut. Menjadi menarik ternyata apabila ia hanya memiliki bakat dan kecerdasan rata-rata, tetap saja ia mampu berprestasi asalkan dengan kegigihan dan kerja keras diluar batas rata-rata.
Beruntung Handry Satriago memiliki keenam faktor itu. Sebagai pemegang gelar doktor manajemen, jelas ia dianugerahi kecerdasan nan cemerlang. Bakat kepemimpinan dimilikinya sejak usia belia dimana ia selalu didaulat menjadi pemimpin kelompok dimanapun ia berada. Entah dalam aktivitas sosial maupun sekolah formal. Kecerdasan dan bakat yang ada dalam dirinya semakin terasah ketika lingkungan terkecilnya (keluarga) memberi dukungan yang optimal.

Kerja Keras
Risalah cerdas Malcolm Gladwell menitikberatkan pada faktor kegigihan dan kerja keras dalam menjelaskan manusia berprestasi. Melihat prestasi gemilang Handry Satriago tak salah apabila kegigihan dan kerja kerasnya menarik untuk dielaborasi lebih luas. Ketika berusia 17 tahun, ia divonis menderita kanker yang mana mengharuskan ia menjalani perawatan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Diteruskan dari satu kemoterapi ke kemoterasi lainnya. Ujungnya tunggal: kanker lenyap dengan anugerah ia tak bisa lagi berjalan. Kursi roda kemudian menjadi sahabat terbaiknya untuk mengantar dirinya dari satu tempat ke tempat lain.
Dalam keterbatasan fisik, ketika kuliah ia harus mendaki empat lantai gedung kampus guna mengikuti praktik laboratorium. Dari atas kursi roda ia harus bersaing dengan ribuan pendaftar yang melamar di GE Indonesia. Melalui kursi roda pula aktivitas kerjanya bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dari sebuah strategi ke strategi lainnya. Jenjang karir dilalui setapak demi setapak. Hingga akhirnya GE yang berpusat di Amerika Serikat memberinya tanggungjawab menjadi pemimpin tertinggi GE Indonesia.
Semua pencapaian ini lebih pada campuran antara kegigihan dan kerja keras ketimbang kecerdasan dan bakat. Kesiapan untuk beruntung diperoleh Handry Satriago akibat dari kegigihan dan kerja kerasnya. Dia membalik keterbatasan menjadi kelebihan, tantangan menjadi peluang. Ia yang mengendalikan keadaan, bukan keadaan yang mengombang-ambingkan dirinya. Semangat, gairah, spirit atau apalah namanya menjadi panglima ketika ia memimpin dirinya ataupun memimpin orang lain.
Sang kampiun bisnis terbesar dunia Jack Welch yang tak lain mantan atasannya di GE kantor pusat, memberi formula apabila seseorang ingin menjadi pemimpin besar harus memiliki 4E, yakni energy, energize, execution dan edge.Energy merupakan gairah atau semangat yang dimiliki seseorang untuk menggerakkan dirinya dan orang lain.
Mengikuti petuah Jack Welch, terlihat bahwa Handry Satriago selalu menyalakan energy yang ada dalam dirinya. Semangat yang membara membuat ia leluasa untuk bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Motivasi yang terus menerus terjaga membuat dirinya selalu terpacu untuk melahirkan karya baru yang semakin baik dibanding karya terdahulu. Spirit yang meluap-luap menjadikan dirinya terlihat segar, optimis dan yakin menatap masa depan.
Energy yang dimiliki Handry Satriago ini yang kemudian meng-energize orang lain (anak buah). Gairah, semangat dan spirit yang oleh Dahlan Iskan disebut antusias yang ada dalam diri Handry Satriago menular kepada anak buah. Terlebih anak buah yang berhubungan dengan dirinya. Antusias ini yang menjadi pondasi kokoh bagi anak buahnya untuk bekerja dengan gembira guna menghasilkan kinerja luar biasa. Bukan itu saja. Antusias nan tinggi akan membuat anak buah saling terhubung dengan visi yang sama. Itulah yang disebut dengan kerjasama tim.
Memakai kajian Malcolm Gladwell, sosok Handry Satriago sudah menjadi outliers. Ia sukses dalam meniti karir sekaligus menjadi saluran kesuksesan bagi anak buahnya. Ia memiliki energi yang meluap-luap dan energi ini menular kepada anak buahnya. Antusiasnya menjadi antusias anak buahnya dan berujung pada antusias perusahaannya. Tak salah apabila GE Indonesia mendaulatnya menjadi kepala suku tertinggi. Mari kita belajar dari semangat dan tekad Handry Satriago! (bn/dari berbagai sumber/www.images.google.com)
[Continue reading...]

Monday, June 24, 2013

Kisah Mahasiswa Indonesia Jualan Coto Makassar di Sydney

- 0 comments
Kisah Mahasiswa Indonesia Jualan Coto Makassar di Sydney


Makassar - Menuntut ilmu di negeri orang bagi Muzayyin (31 tahun), bukan hanya bergelut dengan buku-buku tebal atau sekadar bergaul di kampus. Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di Griffith University, Brisbane, Australia ini juga memanfaatkan waktu luangnya untuk berwirausaha, dengan membuka Warung Coto Makassar, Lontara Coto Makassar & Culinary, tidak jauh dari gedung Opera House, Sydney, Australia.

Muzayyin yang ditemui detikFinance di salah satu kafe Mall Ratu Indah, Makassar, Rabu (22/5/2013), menuturkan ide membuka warung Coto Makassar di Negeri Kanguru ini berawal dari keseringannya menjumpai orang-orang Indonesia yang bermukim di Australia, yang jumlahnya mencapai 4.000 orang, baik itu mereka yang berstatus pelajar atau dari kalangan pekerja.

"Saya berpikir, bangsa kita tidak boleh hanya sekadar menjadi pekerja di negeri orang tapi juga harus mampu mempekerjakan bangsa lain agar bisa disebut bangsa terhormat, semangat itulah yang membuat saya membuka warung coto di Sydney," ujar alumnus Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Maccopa, Maros, Sulawesi Selatan ini.

Pria yang kini sudah memiliki 3 anak ini, mengaku warungnya, diberi nama Lontara yang diambil dari sebutan aksara tradisional kampung halamannya, dari Tanah Bugis. Bermodalkan sekitar AUD 25.000 pada 29 April 2013 lalu.

Muzayyin kemudian mengajak kawannya, Muhammad Hartawan, salah satu WNI asal Makassar yang memiliki sertifikat Chef untuk membuka rumah makan yang menjual makanan-makanan khas Bugis-Makassar, selain Coto Makassar, seperti Pallubasa, Sop Saudara dan Pallubutung.

Setiap warga Australia atau bangsa lain yang mencicipi Coto Makassar senilai AUD 9, tidak hanya menikmati kelezatan kuliner Makassar, namun
juga disuguhkan kisah dan sejarah-budaya dari negeri asal makanan tersebut.

"Misi kami bukan sekadar membuat para pelanggan kami jadi kenyang, tapi kami juga ingin memperkenalkan budaya Bugis-Makassar di dunia
internasional, warung kami sesungguhnya adalah etalase budaya Bugis-Makassar di Australia," tutur Muzayyin yang tengah berlibur di Makassar.

Muzayyin menambahkan, kekayaan budaya kuliner nusantara selama ini tidak dimanfaatkan oleh bangsa kita sendiri untuk memperkenalkan budayanya di dunia internasional. Tidak seperti dengan apa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa lain, yang memiliki budaya kuliner seperti Chinese Food atau Japanese Food yang namanya masyhur di mana-mana.

Sebelum memutuskan hijrah ke Australia, putra pimpinan pesantren Darul Istiqamah ini sudah mulai berkecimpung di dunia entrepreneurship sejak tahun 2003, dengan memutuskan berhenti kuliah dari kampus LIPIA, Jakarta, lalu memulai bisnis mainan anak-anak dan peci yang dijual di beberapa kota. 

Keputusannya berhenti kuliah sempat memupuskan harapan orangtuanya, yang menginginkan Muzayyin selesai di LIPIA dan memimpin pondok pesantren yayasan warisan kakeknya.

"Tanggung jawab kita sebagai muslim adalah melepaskan umat dari ketidakberdayaan dari masalah ekonomi, bukan hanya sekadar mengajari mengaji, tapi menjauhkan umat dari kemiskinan, karena kefakiran itu sangat dekat dengan kekafiran," tandas Muzayyin.

sumber : finance.detik.com
[Continue reading...]

Ini Dia Bisnis Keripik Belut Beromzet Rp 80 Juta/Bulan

- 0 comments
Ini Dia Bisnis Keripik Belut Beromzet Rp 80 Juta/Bulan


Jakarta - Anda penyuka belut? Siapa sangka bisnis keripik belut bisa menggiurkan dan menghasilkan pemasukan puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya.

Berawal dari iseng-iseng, Alit Megawati yang merupakan pemilik keripik belut merek Putri Gangga ini mencoba peruntungan. Tak sia-sia, kini ia bisa meraup omzet hingga Rp 80 juta per bulan.

"Awalnya coba-coba, iseng, nyoba pertama buka warung nasi bubur, ada orang lewat bawa belut dari sawah, kita dikasih, dari situ saya coba goreng, dari seperempat kilogram saya jual di depan warung ternyata banyak yang suka, akhirnya produksi banyak," kata Alit saat ditemui detikFinance di Pameran Agro & Food Expo 2013 yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (24/5/2013).

Dia menyebutkan, keripik belut miliknya dihargai ekonomis mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 120 ribu per bungkusnya.

"Macam-macam ya (ukurannya), dari yang paling murah ada yang Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, Rp 30 ribu, sampai Rp 120 ribu yang ukuran sekilo," ujarnya.

Alit mengatakan, bahan baku belut ia peroleh dari Probolinggo dan Banyuwangi yang kemudian ia produksi di Bali, kampung halamannya.

Per harinya, dia menyebutkan bisa memproduksi hingga 40 kg belut. Keripik belut miliknya ia pasarkan di daerah sekitar Bali dan daerah-daerah lain seperti Jakarta, Kalimantan, dan Lombok melalui pesanan.

"Malah bisa sampai ke Jerman biasanya dibawa buat oleh-oleh," kata Alit.

sumber : finance.detik.com
[Continue reading...]

Pria Ini Menyulap Kaleng Rokok Menjadi 'Emas'

- 0 comments
Pria Ini Menyulap Kaleng Rokok Menjadi 'Emas'


Surabaya - Dulu Himawan Suripto harus bangga dengan hasil bisnis sebagai pemilik counter handphone (HP). Sekarang, pria asal Klampis Ngasem, Sukolilo ini puas menyulap kaleng bekas rokok menjadi miniatur motor gede (moge) senilai emas 1 gram.

Niat awal Himawan ini hanya ingin meracik mainan sederhana untuk cucu laki-lakinya. Namun setelah mengalami beberapa trial and error, pria 55 tahun ini berhasil merakit miniatur motor gede (moge) dengan harga produksi Rp 25 ribu per unit.

"Awalnya saya nggak tahu bagaimana bentuk moge itu. Setelah mendapat kritik dari tetangga, teman dan orang-orang sekitar, saya mulai mencontoh bentuk roda, stang, dan tangki moge yang sering muncul di tayangan televisi," kata Himawan Suripto saat berbincang dengan detikFInance di acara pameran produk UMKM di salah satu mal, Surabaya, Selasa (28/5/2013).

Pertama-tama, Himawan merangkai rangka moge dari kabel antena TV yang dililit dan dirangkai mirip rangka moge. Kemudian, dia mulai menggunting dan membentuk bagian-bagian seperti stang, sadel, knalpot ,dan tangki motor.

"Sampai sekarang, saya masih kesulitan untuk membentuk tangki. Karena bahan kaleng rokok ini susah ditekuk. Kalau dipaksa, bisa penyok," tutur dia.

Jadi produk miniatur moge milik Himawan ini memiliki bentuk tangki agak lonjong dibanding bentuk tangki moge sebenarnya. Tapi hal ini bukanlah menjadi masalah. Tetap saja karya seni Himawan laris manis.

"Satu bulan, setidaknya ada 25 unit miniatur moge yang terjual. Harga per unit miniatur moge paling murah Rp 200 ribu," aku Himawan.

Tak hanya itu, Himawan saat ini juga dipercaya sebagai supplier di salah satu toko aksesoris franchise di Jalan Sulawesi, Surabaya. Per unit, harga miniatur moge Himawan dihargai mulai Rp 475 ribu hingga Rp 550 ribu tanpa bisa ditawar.

Himawan mengaku sangat bersyukur atas keberhasilan usahanya ini. Meski belum memiliki karyawan, Himawan mampu memenuhi target produksi miniatur moge.

Himawan membutuhkan 10 kaleng rokok (yang dihargai @Rp 200) untuk meracik sebuah miniatur moge yang ia dapat dari pedagang kaki lima. Maka dalam kurun waktu 2 hari, jadilah miniatur moge yang layak jual.

"Paling mahal, ada miniatur moge bikinan saya yang laku Rp 550 ribu, seharga emas 1 gram," ungkap Himawan sambil tersenyum puas.
[Continue reading...]
 
Copyright © . Blog | List Bisnis Indonesia - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger